Digital Marketing, Search Engine

Jenis-Jenis Domain dan Pengertiannya dalam Pembuatan Website

Jadipunya.id – Meski internet sudah ada di Indonesia sejak 1990-an, pengertian dan jenis-jenis domain bisa jadi masih menjadi istilah yang belum benar-benar dipahami. Seperti istilah ‘domain’ dan ‘nama domain’. Keduanya sering digunakan merujuk pada hal yang sama, padahal ada bedanya.

Secara sederhana, domain dapat diartikan sebagai alamat dari sebuah website. Dalam pembuatan website, penentuan domain ini menjadi hal yang penting. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian dan jenis-jenis domain.

Pengertian Domain

Mengutip dari Hubspot, domain adalah bagian dari alamat website yang digunakan seseorang untuk menemukan halaman situs website secara online.

Setiap website sebenarnya memiliki alamat IP masing-masing yang terdiri dari angka-angka unik. Angka-angka ini yang menghubungkan komputer dengan server. Tapi kita tidak ingin mengingat kumpulan angka hanya untuk mengakses sebuah website bukan?

Beruntunglah ada alamat website. Dengan adanya alamat website, sebuah situs web akan lebih mudah diingat seseorang. Kita analogikan saja seperti alamat rumah.

Bayangkan abang kurir yang akan mengantarkan paket belanjaan kita. Ketika dia melihat lokasi di peta online, dia harus mengetahui titik koordinat lokasi alamat rumah kita. Titik koordinat ini terdiri dari kumpulan angka-angka. Tak bisa dibayangkan kebingungan abang kurir menghafal semua itu.

Beruntungnya, tiap lokasi di peta online bisa dicari dengan mengetikkan nama alamat rumah kita. Misalkan, daripada menginput koordinat -6.209448334148605, 106.79999862698212, lebih baik masukkan nama Jalan Kenangan Nomor 6, Gang Kelinci, Kelurahan Rukun Makmur. Abang kurir akan lebih mudah menemukannya.

Begitu pun dengan alamat website, daripada mengetikkan http://123.45.543.21 di browser, lebih mudah mengetikkan https://alamatdomain.com kan?

Selain ramah terhadap orang, alamat website yang mudah dibaca juga lebih ramah pada search engine atau mesin pencari.

Itulah pengertian domain secara singkat. Sedangkan jenis-jenis domain bisa dilihat pada penjelasan di bawah ini.

Tipe atau Jenis-Jenis Domain

Istilah ‘domain’ dan ‘nama domain’ sering digunakan untuk merujuk hal yang sama. Nama domain sebenarnya hanya tipe domain yang menyebutkan penamaan website. Tanpa menghitung extension atau ekstensinya, misal “.com atau “.id”, maksimum sebuah nama domain bisa sepanjang 63 karakter. Sepanjang itu pula nama website terpanjang di dunia saat ini.

Berikut ini gambar singkat anatomi sebuah alamat website.

anatomi alamat website dan jenis-jenis domain
Anatomi Alamat Website

Untuk jenis-jenis domain sendiri biasa dibagi ke dalam tiga tipe, yaitu top level domain, second level domain, dan third level domain.

Top Level Domain atau TLD

Top Level Domain adalah ekstensi domain yang berada di belakang nama website. Untuk Canva.com misalnya, “.com” inilah yang disebut top level domain.

Pemilihan top level domain atau TLD biasanya menunjukkan entitas dari pemilik website. Untuk “.com”, biasanya digunakan secara umum untuk entitas perusahaan atau yang berhubungan dengan komersial. Meskipun bisa digunakan oleh siapa pun.

Sedangkan Untuk “.org” biasanya digunakan oleh organisasi, “.edu” untuk kepentingan pendidikan, dan seterusnya. Selain yang telah disebutkan, ada sekitar lebih dari 1,500 top level domain yang tersedia di seluruh dunia.

Top level domain dibagi ke dalam beberapa jenis.

1. Generic Top Level Domain atau gTLD

Generic top level domain adalah ekstensi yang paling banyak dikenal dan digunakan di seluruh dunia. Beberapa yang termasuk dalam generic top level domain antara lain:

  • .com (biasanya untuk entitas komersial, meski bisa juga untuk siapa pun)
  • .org (biasanya untuk organisasi)
  • .net (biasanya untuk infrastruktur jaringan)
  • .edu (biasanya untuk pendidikan)
  • .gov (untuk pemerintahan)
  • .mil (untuk militer)

2. Country Code Top Level Domain atau ccTLD

Country code top level domain adalah ekstensi yang merujuk pada lokasi geografis tertentu. Terdiri dari dua huruf, ekstensi ini adalah inisial dari masing-masing negara. Beberapa ccTLD antara lain .cn (untuk China), .au (Australia), .sg (Singapura), .my (Malaysia), .in (India), dan .id untuk Indonesia.

Untuk ccTLD di masing-masing negara biasanya terdapat variasi penamaan sesuai dengan tujuan penggunaannya. Di Indonesia, beberapa variasi penggunaannya misalkan:

  • .id (bisa digunakan oleh siapa pun)
  • .co.id (digunakan untuk komersial)
  • .sch.id (digunakan untuk sekolah)
  • .ac.id (digunakan untuk universitas)

3. Internationalized Country Code Top Level Domain (IDN ccTLD)

IDN ccTLD merujuk pada ekstensi yang ditampilkan dalam karakter non-latin. Ini digunakan di negara-negara yang memiliki karakter huruf tersendiri.

Negara yang menggunakan jenis top level domain ini misalnya, Rusia dengan huruf Cyrillic, Negara-negara Arab dengan huruf Arab, India dengan huruf Brahmic, China dengan karakter China, dan negara lainnya seperti Korea dan Israel.

4. Premium Top Level Domain atau PTLD

Premium top level domain termasuk jenis yang baru. Penggunannnya sebagai alternatif dari penggunaan domain-domain yang sudah banyak digunakan. Premium TLD ini lebih menjelaskan jenis kategori sebuah website. Beberepa ekstensi dengan premium TLD antara lain:

  • .travel (kemungkinan digunakan untuk website tentang travel)
  • .press (bisa untuk website penerbitan atau jurnalis)
  • .clothing (bisa saja untuk website tentang fashion)
  • .expert (bisa untuk website kepakaran tertentu)
  • dan lainnya.

Setelah top level domain (yang terdiri dari gTLD, ccTLD, IDN ccTLD, dan PTLD), tipe domain berikutnya adalah second level domain.

Second Level Domain atau SLD

Second level domain adalah nama unik yang kita daftarkan. Dalam domain, urutannya dibaca terbalik. Pada alamat website “Jadipunya.id” misalkan, .id adalah top level domain sedangkan “jadipunya” inilah yang disebut second level domain.

Penamaan second level domain biasanya mengacu pada nama yang mewakili bisnis atau brand tertentu. Biasanya dipilih nama yang mudah diingat agar siapa pun bisa lebih mudah mengakses website.  

Singkatnya, second level domain adalah nama website yang kita inginkan.

Third Level Domain

Pada www.contoh.com misalnya, “www” adalah third level domain. Meski bisa disebut third level domain, ada juga yang menyebut www sebagai subdomain.

Dikutip dari Nexcess.com, secara teknis www adalah subdomain yang secara tradisional digunakan untuk menunjukkan bahwa sebuah situs adalah bagian dari web. Meskipun saat ini penggunaan www tidak sepenuhnya diperlukan.

Tipe Domain Lain: Addon Domain dan Parking Domain

Bagi yang mengelola website atau blog, pasti sudah familiar dengan kedua istilah domain di atas. Kedua istilah ini memang teknis. Sederhananya, addon domain adalah beberapa domain untuk situs website yang berbeda (tetapi dapat diakses di kontrol panel yang sama), sedangkan parking domain adalah beberapa domain untuk situs website yang sama.

Addon Domain

Addon domain yaitu domain tambahan yang ditambahkan setelah kita memiliki domain utama. Ini terkait dengan pengaturan folder dalam hosting. Addon domain ditempatkan pada folder public_html pada web hosting yang sama. Pengunjung tidak akan tahu apakah sebuah website menggunakan addon domain.

Addon domain berbeda dengan subdomain. Subdomain masih menggunakan nama domain utama. Isi websitenya pun biasanya masih berhubungan dengan domain utama. Sedangkan addon domain bisa memiliki nama dan isi website yang sama sekali berbeda.

Parking Domain atau Parked Domain

Parking domain atau parked domain, yaitu nama domain yang diarahkan ke domain utama. Mungkin bisa sedikit sama dengan redirect.

Contoh redirect: kamu memiliki website dengan domain utama merek.com. Agar nama merek ini tidak dipakai orang lain, kamu membeli domain lain yaitu merek.id. Domain merek.id ini di-redirect ke domain utama dengan tujuan supaya pengunjung yang mengakses domain merek.id akan langsung ter-redirect ke merek.com.

Contoh parking domain: kamu sudah memiliki domain utama jenama.clothing. Lalu kamu membuat domain jenama.com. Pengunjung yang mengakses jenama.com akan melihat isi dan tampilan halaman yang persis dengan domain jenama.clothing. Tapi, jika ada link pada jenama.com yang diklik pengunjung, link itu akan diarahkan pada domain utama.

Dalam skenario lain, parking domain bisa juga hanya sebuah domain yang didaftarkan, namun tidak diaktfikan atau disambungkan pada website hosting. Pemilik domain hanya menyimpannya karena merasa nama domain tersebut bernilai.

***

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Hosting dan Jenis-Jenisnya dalam Pembuatan Website

Gimana, jadi punya khazanah wawasan baru kan?

Referensi: hubspot | nexcess | niagahoster