Tontonan, Waktu Luang

7 Rekomendasi Film MotoGP: Dari Era Rossi Hingga Marquez

Jadipunya.id – Valentino Rossi alias The Doctor memutuskan untuk pensiun dari MotoGP. Mengantongi gelar 9 kali juara dunia, Rossi setidaknya merasakan tiga dekade era balap MotoGP. Rivalnya mulai dari Max Biaggi sejak era balap 250cc, Casey Stoner si penakluk Ducati, Jorge Lorenzo rival dalam satu tim, hingga Marc Marquez.

Rivalitas dan ‘peperangan’ di atas roda dua itu terlalu sayang untuk tidak diabadikan. Beruntungnya, ada beberapa film MotoGP bergenre dokumenter yang menjelaskan betapa menariknya persaingan balap di kelas para raja ini.

Memang ada banyak film MotoGP, tapi paling tidak, saya rekomendasikan untuk menonton 7 film MotoGP berikut ini:

Marquez Unlimited (2020)

Bisa ditonton di Red Bull TV

Marc Marquez adalah rival terberat Valentino Rossi. Rivalitas mereka memuncak saat balapan era 2015 di Sepang yang terkenal sebagai Sepang Clash. Terlepas siapa yang benar atau salah, patut diakui keduanya adalah para legenda hidup MotoGP.

Film dokumenter ini mengulas perjuangan Marc Marquez untuk mendapatkan gelar kedelapan Juara dunia 2019. Ada banyak rekaman latihan fisiknya, penjelasan gaya balapnya yang sangat agresif, dan obrolan tentang balap.

Film ini layak ditonton bukan hanya karena membahas Marquez, tapi juga karena ini dokumenter dengan footage dan narasi yang ciamik. Beberapa pembalap lain yang diwawancarai antara lain Fabio Quartararo, Andrea Dovizioso, hingga Jorge Lorenzo.

Valentino Rossi – The Doctor Series (2016)

Bisa ditonton di Youtube Monster Energy

Siapa lagi legenda hidup MotoGP paling fenomenal kalau bukan Valentino Rossi. Untuk kebanyakan orang, jika mendengar kata MotoGP, seringkali hal yang langsung teringat adalah Rossi. Maka tak salah jika Rossi adalah GOAT, Greatest of All Time.

Film ini dibuat oleh Monster Energi sebagai serial untuk dokumenter bertema motorsport-nya.

Dibagi dalam 5 bagian sepanjang 10 menit, bagian pertama bercerita tentang kemampuan Rossi menaklukan berbagai mesin balap. Bagian kedua tentang Mugello, sirkuit paling emosional dan penting dalam MotoGP. Bagian ketiga tentang The Ranch milik Rossi. Bagian keempat tentang Rossi sebagai sebuah icon balap motor dunia. Bagian kelima tentang sisi hidup Rossi, yang bukan hanya sebagai pembalap, tapi juga seorang bos, keluarga, teman, dan mentor.

Bagi penyuka VR46 seperti saya, menonton seri ini sangat menghibur.

Salah satu quote dari narasi pada bagian pertama:

“No matter what machinery introduced to Valentino, his desire to bring his neck and push its ability to conform to his lust for speed will always shine through. From his infamous and highly competitive Formula One test to the multiple wins he has chalked up at Monza Rally, Rossi has proved he is master of all things fast.”

Hitting the Apex (2015)

Bisa dibilang, ini adalah Film MotoGP favorit saya.

Hitting the Apex merupakan film garapan Mark Neale, sutradara yang sering menggarap dokumenter tentang MotoGP. Empat film dalam lis ini terhitung hasil karyanya.

Salah satu hal yang membuat saya suka dengan film ini adalah cakupan bahasannya. Setidaknya ada enam pembalap yang ditampilkan: Valentino Rossi, Marc Marquez, Marco Simoncelli, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Casey Stoner.

Footage balapnya memacu adrenalin. Kisah dramanya membuat ‘gregetan’. Perjuangan, persaingan dan perseteruan di dalam dan di luar lintasan balap ini dinarasikan oleh Brad Pitt.

The Age 27 (2013)

Bisa ditonton di MotoGP.com

Siapa pembalap peraih paling banyak kemenangan dengan motor Ducati Desmodici GP? Casey Stoner adalah jawabnya. Selama berkarir bersama Tim Ducati, ia meraih 23 kemenangan.

Stoner adalah pembalap Australia yang menyandang dua gelar juara dunia MotoGP pada 2007 dan 2011.

Perebutan juara dunia pada 2007 menjadi sangat sensasional karena ia berhasil menaklukan motor Ducati dan meraih 10 kemenangan dari 18 balapan. Mengantarkan Ducati sebagai pabrikan Italia atau non Jepang pertama yang menjuarai gelar sejak MV Augusta pada 1974.

The Age 27 menceritakan tentang kehidupan dan perjuangan Casey Stoner. Juga tentang alasan kenapa ia memutuskan untuk pensiun dini dari MotoGP pada usia 27 tahun.

Fastest (2011)

Dekade 2000-an adalah eranya Valentino Rossi. Setidaknya, siapa pun yang mencoba atau menjadi juara dunia pada dekade ini akan dihadapkan dengan Valentino Rossi, The Doctor.

Film dokumenter ini menjadikan The Doctor sebagai figur utama dalam persaingan memperebutkan gelar juara dunia. Utamanya di tahun-tahun 2000-an. Sebut saja rivalnya Max Biaggi, kemudian Sete Gibernau dan Nicky Hayden.

Namun pada pertengahan dekade itu, muncul pembalap muda yang juga sama cepatnya, Casey Stoner dan Jorge Lorenzo. Para pembalap muda ini menjadi rival berat dalam upaya Rossi mencapai gelar juara dunia ke-10.

Apakah Rossi tetap menjadi yang tercepat?

The Doctor, The Tornado and The Kentucky Kid (2006)

Film Dokumenter MotoGP ini mengisahkan persaingan pada seri balap MotoGP tahun 2005 di Sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat. Judulnya menggambarkan kemenangan pada seri itu. Dengan Nicky Hayden sebagai pemenang.

The Doctor adalah julukan bagi Valentino Rossi, The Tornado untuk Collins Edwards, dan The Kentucky Kid untuk Nicky Hayden.

Ini dokumenter yang menarik. Meski hanya berfokus pada sirkuit dan rider asal Amerika Serikat. Ada empat pembalap MotoGP asal Amerika Serikat saat itu: Nicky Hayden, Collin Edwards. John Hopkins, dan Kenny Roberts, Jr.

Sirkuit Laguna Seca diceritakan secara lengkap, tentang sejarahnya, perkembangannya dan bagaimana cara membalap di sirkuit yang menantang ini. Memang, tahun 2005 adalah tahun kembalinya Laguna Seca menjadi sirkuit balap MotoGP sejak 1994.

Faster (2003)

“Speed is something dangerous, but very exciting.” Kata Valentino Rossi dalam salah satu bagian di film ini.

Faster adalah film dokumenter yang menyoroti persaingan era balap tahun 2001 dan 2002. Tahun-tahun awal Rossi mendapatkan gelar juara dunia di MotoGP kelas 500cc. Lebih menarik, film ini menceritakan rivalitas antara Valentino Rossi vs Max Biaggi. Dua pembalap MotoGP asal Italia yang memperebutkan gelar terbaik.

Salah satu drama terkenal antara keduanya adalah The Elbow Incident. Terjadi pada balap seri Motegi di Jepang tahun 2001.

Salah satu drama terkenal antara keduanya adalah The Elbow Incident. Terjadi pada balap seri Motegi di Jepang tahun 2001.

Film MotoGP lainnya: Faster & Faster (2004)

Ini adalah sekuel dari Faster (2003). Sayangnya, saya belum menonton film ini. Karena itu belum bisa merekomendasikan.

Tapi menurut informasi yang terkumpul, film ini menceritakan keseruan balap era 2003 dan 2004. Ketika Rossi memutuskan untuk meninggalkan Honda untuk balapan bersama Yamaha.

Seperti yang sempat disebut di atas, “Faster”, “Faster & Faster”, “The Doctor, The Tornado and The Kentucky Kid”, “Fastest”, dan “Hitting the Apex”, adalah Film MotoGP garapan Mark Neale.

***

Baca Juga: Film Tentang Marketing untuk Marketer dan Entrepreneur Part 1

Gimana, jadi punya khazanah wawasan dan tontonan baru kan?

Oleh: Ryan Prasetia Budiman

Kredit gambar dan referensi: Pixabay (by Vinod Thadhani)