Mengenal 9 Formula Prompt AI Sederhana sampai yang Agak Kompleks
Jadipunya.id – Prompt adalah informasi, kalimat, pertanyaan, atau instruksi yang kita berikan ke AI (seperti ChatGPT, Gemini, DeepSeek, Claude, dan lainnya). Namun, untuk mendapatkan respon yang maksimal, kita harus memberikan prompt yang jelas. Di sinilah pentingnya formula prompt AI.
Dengan menggunakan formula, penyusunan prompt lebih tertata dengan jelas, sehingga AI bisa memberikan jawaban yang sesuai harapan. Setidaknya ada sembilan formula prompt AI yang bisa digunakan. (disclaimer: penulisan artikel ini juga menggunakan bantuan AI, lho!)
Jenis Formula Prompt AI
Beberapa jenis formula prompt AI antara lain TCE, APE, TAG, ERA, RCIO, CARE, RTCE, CREATE, dan SCOOP.
1. TCE (Task, Context, Example)
TCE adalah formula yang paling ramah bagi pemula. Kenapa? Karena formula ini hanya membutuhkan tiga komponen sederhana. Kamu cukup menyebutkan tugas, memberikan konteks singkat, lalu memberi contoh jika perlu. TCE cocok digunakan saat kamu sedang terburu-buru atau baru pertama kali mencoba membuat prompt.
Komponen TCE dan artinya:
- Task: Tugas spesifik yang harus dilakukan AI
- Context: Konteks atau latar belakang situasi
- Example: Contoh hasil yang diinginkan (opsional)
Contoh:
- Task: Buatkan 3 ide konten TikTok untuk promosi affiliate skincare
- Context: Produk yang dipromosikan adalah serum wajah untuk kulit berjerawat. Target audiens adalah remaja dan dewasa muda (usia 17-25 tahun). Saya mendapatkan komisi dari setiap penjualan melalui link affiliate.
- Example: Contoh ide seperti “Review serum setelah pemakaian 7 hari” atau “Tantangan serum 3 menit sebelum tidur”.
2. APE (Action, Purpose, Expectation)
Formula APE menekankan kita untuk selalu bertanya “mengapa” sebelum memberi perintah ke AI. Dengan menyebutkan tujuan secara eksplisit, AI dapat menyesuaikan hasilnya agar lebih relevan dengan kebutuhan. Formula ini sangat baik untuk melatih kebiasaan berpikir terstruktur sebelum menulis prompt.
Komponen APE dan artinya:
- Action: Aksi yang harus dilakukan AI
- Purpose: Tujuan di balik aksi tersebut
- Expectation: Ekspektasi hasil akhir
Contoh:
- Action: Buatkan 5 script video pendek untuk konten TikTok affiliate skincare
- Purpose: Agar audiens tertarik membeli serum wajah melalui link affiliate saya, dengan gaya video yang autentik dan tidak terlalu seperti iklan
- Expectation: Setiap script maksimal 30 detik, menggunakan bahasa gaul anak muda, dan di akhir video harus ada ajakan klik link di bio.
3. TAG (Task, Action, Goal)
TAG hampir identik dengan APE, tetapi tidak memiliki komponen ekspektasi output sehingga lebih sederhana. Formula ini sangat baik untuk pemula yang baru pertama kali belajar membuat prompt terstruktur. Cukup tulis tugas, aksi spesifik, dan tujuan akhir, maka AI sudah bisa memberikan hasil yang cukup baik.
Komponen TAG dan artinya:
- Task: Tugas
- Action: Aksi
- Goal: Tujuan
Contoh:
- Task: Produksi konten TikTok untuk affiliate masker wajah (sheet mask)
- Action: Buatkan hook (5 detik pertama) yang membuat audiens berhenti scroll, lalu lanjutkan dengan demo penggunaan masker sambil menjelaskan manfaatnya
- Goal: Meningkatkan klik link affiliate setidaknya 10% lebih tinggi dari konten saya sebelumnya, dengan menjaga durasi tonton (retention) di atas 70%
4. ERA (Environment, Role, Action)
ERA adalah formula paling singkat dengan hanya tiga komponen, tetapi tetap memiliki struktur yang jelas. Komponen “Environment” membedakannya dari formula lain karena menekankan pada suasana atau latar tempat kejadian. Formula ini cocok untuk situasi di mana kamu ingin prompt yang cepat, tetapi tetap memiliki arah yang jelas.
Komponen ERA dan artinya:
- Environment: Lingkungan/situasi
- Role: Peran AI
- Action: Aksi yang diminta
Contoh:
- Environment: Di tengah tren #SkincareRoutine yang sedang viral di TikTok dengan jutaan penonton
- Role: Kamu adalah beauty influencer yang jujur dan tidak takut mengatakan kekurangan produk
- Action: Buatkan script konten affiliate untuk toner wajah, di mana kamu menjelaskan 2 kelebihan dan 1 kekurangan produk secara transparan, lalu tetap meyakinkan audiens bahwa produk ini worth it untuk dicoba
5. RCIO (Role, Context, Instruction, Output)
RCIO adalah formula paling populer karena keempat komponennya sangat jelas dan mudah diingat. Dengan memberikan peran pada AI, hasil yang dihasilkan akan jauh lebih fokus dan profesional dibandingkan prompt tanpa peran. Formula ini cocok digunakan untuk hampir semua keperluan, dari menulis hingga analisis data.
Komponen RCTO dan artinya:
- Role: Peran yang diambil AI
- Context: Konteks situasi
- Instruction: Instruksi spesifik
- Output: Format hasil yang diinginkan
Contoh:
- Role: Kamu adalah kreator konten TikTok yang sukses dengan 1 juta follower di niche beauty
- Context: Saya ingin mempromosikan produk serum wajah sebagai affiliate. Target saya adalah pemula yang baru pertama kali menggunakan skincare.
- Instruction: Buatkan ide konten yang edukatif tetapi tetap menghibur, menunjukkan hasil nyata penggunaan serum, dan menyisipkan link affiliate secara natural
- Output: Berikan 4 ide konten dalam bentuk tabel, masing-masing berisi: judul ide, durasi, hook pembuka, dan call-to-action
6. CARE (Context, Action, Result, Example)
Kelebihan utama CARE adalah adanya komponen “Contoh” yang membuat AI lebih mudah meniru gaya yang kamu inginkan. Kamu tidak perlu lagi menjelaskan panjang lebar tentang format atau nada yang diharapkan. Formula ini sangat ampuh untuk tugas-tugas kreatif seperti menulis caption, iklan, atau skrip video.
Komponen CARE dan artinya:
- Context: Konteks situasi
- Action: Aksi yang diminta
- Result: Hasil yang diharapkan
- Example: Contoh konkret
Contoh:
- Context: Saya sedang menjalankan program affiliate untuk produk sunscreen. Persaingan di TikTok sangat ketat, banyak konten yang serupa.
- Action: Buatkan konsep konten unik yang membedakan saya dari kreator affiliate lainnya
- Result: Konten harus viral-friendly, mudah ditiru (trending sound atau effect), dan mendorong audiens untuk membeli melalui link saya
- Example: Contoh konsep seperti “Pakai sunscreen ini pas lagi di tengah panas terik, lalu tunjukkan hasilnya” atau “Duel sunscreen murah vs mahal pakai kertas UV”
7. RTCE (Role, Task, Context, Example)
RTCE sebenarnya adalah variasi dari RCIO yang lebih menekankan pada contoh daripada format output. Dengan mengganti “Output” menjadi “Example”, formula ini lebih fleksibel karena kamu cukup menunjukkan satu contoh hasil jadi. Ini sangat membantu ketika kamu kesulitan menjelaskan format yang diinginkan dengan kata-kata.
Komponen RTCE dan artinya:
- Role: Peran AI
- Task: Tugas spesifik
- Context: Konteks
- Example: Contoh
Contoh:
- Role: Kamu adalah ahli strategi konten viral TikTok
- Task: Rancangkan 1 konten challenge/trend untuk mempromosikan produk face wash affiliate
- Context: Produknya adalah sabun cuci muka untuk kulit sensitif. Target audiens adalah perempuan dan laki-laki usia 18-30 tahun. Budget saya kecil, jadi konten harus bisa dibuat hanya dengan HP.
- Example: Contoh challenge seperti “Glow Up 7 Hari Pakai Face Wash Ini” atau “Before After challenge: puasakah sabun ini cocok untuk kulit sensitifku?”
8. CREATE (Character, Request, Examples, Adjustments, Type of Output, Extra Instructions)
CREATE adalah formula dengan enam komponen yang cocok untuk tugas-tugas kompleks dan profesional. Setiap komponen memberikan kontrol yang sangat detail terhadap hasil akhir, mulai dari karakter AI hingga instruksi tambahan. Meskipun terlihat rumit, CREATE sebenarnya mudah diikuti karena urutannya logis dan setiap komponen memiliki fungsi yang jelas.
Komponen CREATE dan artinya:
- Character: Karakter/persona AI
- Request: Permintaan/tugas
- Examples: Contoh-contoh
- Adjustments: Penyesuaian gaya/format
- Type of output: Jenis output
- Extra instructions: Instruksi tambahan
Contoh:
- Character: Kamu adalah creative director di agensi TikTok yang khusus menangani klien affiliate produk kecantikan
- Request: Buatkan 2 skenario konten TikTok yang bisa saya gunakan untuk promosi affiliate moisturizer
- Examples: Seperti konten yang menggunakan format “POV: ketika kamu akhirnya nemu pelembab yang cocok” atau “Respond to hate comment tentang produk ini”
- Adjustments: Gaya bahasanya harus santai, natural, tidak kaku. Hindari kata-kata “beli sekarang” atau “diskon terbatas” karena terkesan terlalu pushy
- Type of output: Tulis dalam format narasi per detik (00:00 – 00:05, 00:05 – 00:10, dst)
- Extra Instructions: Sertakan juga rekomendasi musik latar yang sedang trending di TikTok saat ini
9. SCOOP (Setting, Conflict, Objective, Obstacle, Plan)
SCOOP adalah formula paling kompleks karena dirancang khusus untuk pemecahan masalah yang memiliki banyak lapisan. Setiap komponen mewakili elemen penting dalam sebuah narasi masalah, mulai dari latar hingga rencana solusi. Formula ini sangat berguna untuk studi kasus, simulasi bisnis, atau latihan pemecahan masalah yang mendalam.
Komponen SCOOP dan artinya:
- Setting: Latar/situasi
- Conflict: Konflik/masalah
- Objective: Tujuan
- Obstacle: Hambatan
- Plan: Rencana solusi
Contoh:
- Setting: Saya adalah affiliate baru untuk produk lip tint. Saya baru memiliki 2.000 follower di TikTok.
- Conflict: Banyak kreator besar sudah mempromosikan produk serupa dengan konten yang lebih profesional (lighting bagus, kamera mahal). Konten saya terlihat kurang menarik dibandingkan mereka.
- Objective: Saya ingin konten saya tetap bisa bersaing dan menghasilkan penjualan affiliate meskipun dengan peralatan seadanya.
- Obstacle: Saya tidak punya lighting studio, tidak bisa edit video rumit, dan budget untuk produksi konten sangat terbatas.
- Plan: Tolong buatkan strategi konten yang mengubah “kekurangan” menjadi “keunikan” — misalnya dengan gaya video yang raw, jujur, dan relatable karena menggunakan setting kamar kos biasa
***
Singkatnya:
- TCE: Sangat sederhana, fleksibel, tidak memerlukan peran atau format output
- APE: Jelas dan intuitif (Aksi → Tujuan → Ekspektasi)
- TAG: Mirip APE, tetapi tanpa komponen ekspektasi (lebih sederhana)
- ERA: Sangat singkat, tetapi memerlukan pemahaman tentang “Environment”
- RCIO: Struktur jelas, tetapi memerlukan keempat komponen diisi
- CARE: Contoh membuatnya lebih rumit dari RCIO karena perlu menyusun contoh yang baik
- RTCE: Perlu mengisi Role dan Example, lebih detail dari TCE dasar
- CREATE: Banyak komponen, cocok untuk yang sudah terbiasa
- SCOOP: Paling kompleks, dirancang untuk pemecahan masalah dengan konflik dan hambatan
Gimana, jadi punya khazanah wawasan baru, kan?
Bacaan dan gambar: ibm | forbes | huit.harvard | Canva
