Dengaran, Waktu Luang

Bread & Circus The SIGIT: Singel Berlirik Politis Penuh Metafora

Jadipunya.id – Siapa suka The SIGIT? Saya. Band rock asal Bandung ini kembali menggebrak industri musik tanah air dengan merilis singel terbaru mereka berjudul “Bread & Circus” pada 3 April 2026. Bread & Circus The SIGIT asik didengar.

Karya segar ini lahir dari tangan dingin para personelnya yang dimotori oleh Rekti Yoewono. Lewat lagu ini, mereka tidak hanya menyuguhkan distorsi yang bertenaga, tetapi juga menyisipkan lirik politis yang sarat akan metafora tajam.

Kehadiran singel ini sekaligus menandai babak baru dalam perjalanan bermusik mereka yang kini tampil dengan formasi personel teranyar. Meski dengan formasi baru, karakter otentik band tetap terjaga berkat duo personel awal yang bertahan, yakni Rektivianto Yoewono selaku vokalis sekaligus gitaris, serta Farri Icksan Wibisana pada gitar.

Judul “Bread & Circus” sendiri diambil dari sebuah konsep politik klasik yang berasal dari era Kekaisaran Romawi (Panem et Circenses). Istilah ini merujuk pada strategi licik para penguasa zaman dahulu untuk menjinakkan masyarakat. Caranya dengan membagikan roti (makanan) dan hiburan gratis secara masif. Alhasil, rakyat menjadi terlena, puas secara superfisial, dan perhatian mereka berhasil teralihkan dari berbagai persoalan politik krusial serta kebijakan yang tidak adil.

Konsep sarkasme politik tersebut divisualisasikan secara apik melalui sampul digital mereka. Foto cover untuk singel “Bread & Circus” ini terinspirasi langsung oleh pose dalam lukisan legendaris berjudul *Stańczyk* karya pelukis ternama asal Polandia, Jan Matejko. Foto tersebut dengan sangat kuat mengesankan sosok pelawak istana yang terduduk lesu, murung, dan tenggelam dalam kesepian di tengah riuhnya sebuah pesta. Melalui pemilihan visual ini, The Sigit seolah ingin menggambarkan ironi mendalam tentang seseorang yang sadar akan kekacauan di sekitarnya, namun terjebak dalam lingkaran hiburan yang manipulatif.

Dari segi suara, musik dalam lagu ini tetap berpijak pada fondasi rock khas The Sigit yang sangar dan bertenaga. Namun, mereka mengeksplorasi wilayah baru dengan menyuntikkan instrumen elektronik dan sentuhan synthesizer.

Lirik Bread & Circus The SIGIT dan Terjemahannya

Land of liar, gun for hire
(Tanah para pembohong, tentara bayaran)
Empire sovereignty, no umpire
(Kedaulatan kekaisaran, tanpa wasit)

Selling all the soil that we gave
(Menjual semua tanah yang pernah kami berikan)
Driven by the thirst to enslave (Time and time again)
(Didorong oleh hasrat untuk memperbudak (Berulang kali))
Fair trade (fair trade) was never for the masses (masses)
(Perdagangan yang adil tak pernah untuk rakyat banyak)
Was blinded by the dances (dances)
(Dibutakan oleh tarian-tarian)
Blinded by romances (romances)
(Buta oleh roman-roman)
Could it be all we are
(Mungkinkah kita semua)
Is nothing but trouble
(Tak lain hanyalah masalah)

Land of fire, getting drier
(Tanah api, semakin kering)
No diversity, mere desire
(Tanpa keberagaman, hanya hasrat)

Problematic mandatе, unapologetic misplace
(Mandat bermasalah, kesalahan tempat tanpa penyesalan)
Diplomatic ingrate, gymnopеdic disgrace
(Orang tak tahu diri yang diplomatis, aib yang telanjang)
Diabetic pious, glycosidic bias
(Alim yang diabetik, bias glikosidik)
Diarrhetic innate, epigenetic primate
(Bawaan diare, primata epigenetik)

All we are
(Kita semua)
Is nothing but cancer
(Tak lain hanyalah kanker)

It’s so mouthful, talking like a fool
(Terasa penuh omong kosong, bicara seperti orang bodoh)
It’s so painful, treated like a fool
(Sungguh menyakitkan, diperlakukan seperti orang bodoh)

Gold leaf, not enough
(Daun emas, tak cukup)
Diamond, not enough
(Berlian, tak cukup)
The world is not enough
(Dunia ini tak cukup)
All we are is nothing but trouble
(Kita semua tak lain hanyalah masalah)

Singel ini bisa didengar dan ditonton di Youtube mereka: https://www.youtube.com/watch?v=uIsdwcxZL0c&list=RDuIsdwcxZL0c&start_radio=1

Vocals: Rektivianto Yoewono | Drums: Raveliza Ramadhan Al Awal | Bass: Aghan Sudrajat | Guitars: Muhamad Absar, Raden Farri Icksan Wibisana, Rektivianto Yoewono | Keyboard and Synthesizer: Raden Farri Icksan Wibisana, Rektivianto Yoewono | Backing Vocals: Tanya Ditaputri

Music by Aghan Sudrajat, Muhamad Absar, Raden Farri Icksan Wibisana, Rektivianto Yoewono | Lyrics by Rektivianto Yoewono

***

Gimana, jadi punya khazanah wawasan baru kan?

Referensi dan gambar: Serunai | commons.wikimedia