Review Film “Heat” (1995): Film dengan Adegan Baku Tembak Ikonik
Jadipunya.id – Artikel review film “Heat” ini bukan ulasan serius. Saya hanya ingin menuliskan sesuatu untuk salah satu film favorit ini. Dirilis pada 1995, film garapan sutradara Michael Mann ini tak lekang oleh waktu dan tetap bisa dinikmati berkali-kali.
Sinopsis Singkat
Film Heat adalah film tentang perampokan. Namun, tema perampokan ini yang digunakan sebagai latar belakang untuk mengisahkan kesepian, obsesi, dan hubungan timbal balik antara penjahat profesional dan polisi yang memburunya.
Cerita film ini memusat pada dua tokoh utama, Neil McCauley (Robert De Niro) dan Letnan Vincent Hanna (Al Pacino). McCauley adalah pemimpin kelompok perampok profesional yang menjalankan aksinya dengan disiplin tinggi. Bersama anak buahnya, termasuk Chris Shiherlis (Val Kilmer) dan Michael Cheritto (Tom Sizemore), ia merencanakan serangkaian perampokan bernilai tinggi di Los Angeles. McCauley ini perampok yang berdarah dingin, tetapi kesepian.
Di sisi lain, Letnan Vincent Hanna (Al Pacino) adalah detektif polisi yang bertugas memburu perampok sadis. Hanna dan timnya punya misi untuk memburu kelompok McCauley setelah sebuah perampokan mobil uang yang kejam. Seperti McCauley, Hanna adalah polisi tangguh, tetapi kehidupan pribadinya berantakan karena kecanduan kerja dan tekanan emosional.
Kedua tokoh ini punya kesamaan, yaitu sama-sama jago di bidangnya profesionalnya, tetapi kehidupan pribadinya kacau. Drama inilah yang membuat film ini semakin seru dan mendebarkan.
Konflik memuncak ketika McCauley memutuskan untuk melakukan satu perampokan bank terakhir yang berisiko tinggi. Kegagalan dalam aksi tersebut memicu baku tembak besar-besaran di jalan raya. Adegan baku tembak inilah yang jadi adegan paling ikonik dan legendaris dari film ini.
Review Film “Heat”: Baku Tembak yang legendaris dan drama percintaan yang tragis
Film “Heat” layak ditonton. Bahkan, masih bisa dinikmati jika ditonton berkali-kali. Tak hanya menampilkan adegan baku tembak yang legendaris, drama percintaan antara tokohnya pun terbilang romantis, lalu tragis.
Khusus adegan baku tembak, hmmm, ikonik. Bagaimana tidak, suara letusan senjata dan gerak-gerik mereka sangat nyata, terutama di bagian Ketika mereka mengisi ulang peluru. Saking prosesnya yang sangat presisi dan tepat, kabarnya, adegan ini sering digunakan sebagai studi perang perkotaan bagi polisi dan militer sungguhan.
Film ini juga punya banyak Pelajaran yang bisa diambil, yaitu tentang prinsip hidup dan profesionalitas. Misalnya jasa kutipan keren dari Neil McCauley ini yang menggambarkan totalitas dan prinsipnya:
“Jangan pernah terikat pada apa pun, jangan biarkan dirimu memiliki sesuatu yang tidak rela kamu tinggalkan dalam waktu 30 detik jika kamu merasakan ada bahaya di dekatmu. (Don’t let yourself get attached to anything you are not willing to walk out on in 30 seconds flat if you feel the heat around the corner.)”
Pahami juga kutipan dari Vincent Hanna berikut ini:
“Aku harus mempertahankan amarahku. Aku menjaganya karena aku membutuhkannya. Itu membuatku tetap tajam dan berada di tepi jurang, di tempat yang aku harus berada. (I gotta hold on to my angst. I preserve it because I need it. It keeps me sharp, on the edge, where I gotta be.)”
Kesimpulan
Di IMDB, rating film ini mencapai 8,3/10. Di Rottentomatoes pun tinggi, mencapai 83%. Film crime action ini keren banget.
Link trailer dari akun Rotten Tomatoes Classic Trailers: https://youtu.be/PpAhjOvQVj0
Gimana, jadi punya khazanah wawasan baru kan?
